Senin, 21 Oktober 2013

PERANAN SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN HUBUNGAN SOSIAL SISWA




PERANAN SEKOLAH

DALAM MENINGKATKAN HUBUNGAN SOSIAL SISWA



BAB I

PENDAHULUAN


1.1  Peranan Sekolah
Sekolah adalah sebuah lembaga formal yang mendidik orang-orang demi tercapainya kecerdasan berpikir dan bermoralitas.[1] Orang-orang yang terhimpun dalam lembaga akademik ini, berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Ada yang berasal dari keluagra yang tingkat perekonomiannya sudah mapan, sebagian dari perekonomian menengah, dan bahkan ada yang berasal dari keluarga dengan tingkat perekonomian kelas bawah.
Latar belakang lain, misalnya ada yang berasal dari desa dan yang lainnya sudah lama menetap di perkotaan. Hal-hal seperti yang disebutkan di atas turut berpengaruh pada perkembangan kepribadian seseorang dalam kaitan dengan hubungan sosial, seorang dengan yang lainnya.
Fakta menyebutkan bahwa dalam kehidupan sehari-hari, kontak sosial juga sangat dipengaruhi oleh hal-hal seperti disebutkan di atas. Dapat dikatakan bahwa sebuah korelasi dalam kehidupan sosial turut dipengaruhi oleh latar belakang seseorang. Ada yang mempunyai relasi begitu kental dengan orang lain karena berasal dari kampung yang sama. Ada yang dekat dengan sesamanya yang lain, karena berasal dari tingkat perekonomian yang sama mapannya. Dengan demikian, segala sesuatu dapat dilakukan secara bersama-sama karena kecocokan tersebut.
Berhadapan dengan masalah sosial ini, sekolah sebagai lembaga akademik harus serius dalam memperhatikan  hal ini. Sekolah bukan hanya menjadi sarana demi tercapainya kaum cerdik pandai, melainkan juga mendidik orang agar bisa bermoral secara baik dan benar, dan bisa bersosialisasi dengan yang lain. Sekolah sebagai lembaga formal, harus betul-betul menanamkan nilai-nilai moral untuk saling menghargai satu sama lain. Sekolah juga harus merangkul setiap anak didiknya dengan tidak memilih kasih. Anak didik yang berasal dari latar belakang yang berbeda di atas, harus diberikan perhatian yang sama. Setiap mereka harus mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Dengan demikian, sekolah telah memainkan perannya secara tepat dan benar.

Video tentang Pribadi yang Unik

Dalam artikel ini, saya menyemat video tentang pribadi yang unik. Video ini saya tautkan dari layanan Youtube.

Sila ditonton di bawah ini. :)


Bahan Ajar Pendidikan Agama Katholik - Pribadi Yang Unik

Dalam artikel ini, saya menyematkan presentasi bahan ajar untuk Pelajaran Pendidikan Agama Katholik. Judul dari presentasi ini ialah: "Pribadi yang Unik".

Sila lirik presentasi saya di sini. :)



Sabtu, 12 Oktober 2013

Terjemahan


Instrumen untuk Training Needs Analysis / Penilaian Kebutuhan Diklat



Penjelasan Ringkas

Angket ataupun tinjauan, dalam bentuk tertulis dan disebarkan pada responden, digunakan untuk alasan-alasan yang khusus. Biasanya responden, tidak disebutkan jati dirinya (anonim), menerima instrumen tersebut lalu mengembalikannya pada peneliti untuk dikaji.

Tujuan Angket dan Tinjauan

Tinjauan secara tertulis merupakan instrumen TNA kerap digunakan guna mengetahui pendapat dan perasaan banyak orang terhadap suatu masalah; atau pn dampak sebuah terobosan teknologi. Sementara, angket digunakan untuk responden anonim yang umumnya dalam tujuan mengumpulkan pendapat tentang suatu peristiwa terkini, perasaan, dan sebab-musababnya.


Kelebihan dari instrumen Tinjauan dan Angket

1. Anda dapat menjangkau banyak responden dengan sedikit biaya, dibandingkan menemui mereka satu per satu.

2. Anda dapat menjamin jati diri responden tidak akan diungkap/ anonim

---- pendekatan anonim ini membuat responden merasa bebas dalam menyampaikan pendapat tentang sifat dan penyebab suatu masalah.

3. Responden memiliki waktu merenungkan jawabannya.
---- tentu jawaban yang diberikan tidak akan sama bila si peneliti/ penanggungjawab pelatihan menunggu si responden. utamanya, dalam kasus/ masalah yang cukup rumit.

4. Tinjauan langsung adalah metode pengumpulan informasi yang nyata untuk pelatihan. Atau bisa juga melalui kumpulan individu yang melibatkan orang lain dalam menggabungkan pendapat mereka.

5. Jika disusun dengan benar, hasil angket dan tinjauan dapat dinilai dengan mudah.


Tantangan dari Tinjauan yang dicetak

Angket bisa menjadi anugerah atau musibah tergantung seberapa efektif angket yang anda sodorkan kepada responden.

Tantangan paling besar saat menggunakan tinjauan bentuk cetak ialah menyusun/ membuat materi yang mudah dipahami masyarakat awam.

Responden tentu kebingungan dalam memberi jawaban bila mendapati salah pengetikan dalam instrumen tersebut.

Menurut Payne, penulisan daftar pertayaan atau kuisioner merupakan masalah paling besar dalam penelitian yang menerapkan survey.

Apa yang dicetak tak serta-merta menjadi instrumen interaktif. Tetapi bagaimana proses mewawancarai responden atau melalui diskusi berkelompok.

Pada intinya, anda harus memahami betul apa yang hendak diketahui dari responden, sebelum memberikan instrumen TNA tersebut.


A. Langkah-langkah menyusun angket efektif

Secara garis besar, langkah-langkah tersebut ialah sebagai berikut:

1.    Mencari tahu apa yang ingin diketahui dan siapa respondennya
2.    Menuliskan bagian-bagian yang efektif
3. Menuliskan arahan/ panduan yang baik
4. Menuliskan sampul surat yang baik
5. Menerapkan daftar tugas milik penulis
6. Mengarahkan instrumen-instrumen tersebut


1. Mencari tahu apa yang ingin diketahui dan siapa respondennya

Pada langkah ini, dapat dijabarkan sebagai berikut:

1. MENGETAHUI TUJUAN ANGKET

Ketahuilah dengan cermat konsep dari angket yang hendak diberikan pada responden. Yakni, dengan mengajukan pertanyaan: Informasi apa yang sedang anda cari? Bagaimana perihal yang hendak anda ketahui saat ini dapat dikaitkan dengan informasi yang telah anda peroleh sebelumnya?

Angket tersebut dapat diarahkan dalam tahapan-tahapan berikut ini:

    * menemukan informasi yang MENUNJANG
- menurut responden apakah yang akan terjadi
- bagaimana sebaiknya sistem tersebut diberlakukan
- apa yang mereka ketahui tentang masalah tersebut

    * menemukan informasi yang TERKINI
- rincian tentang bagaimana pegawai mampu dan tidak mampu menunjukkan kinerjanya
- cara sistem tersebut dilaksanakan
- apakah responden melihat adanya masalah

    * menemukan informasi tentang PERASAAN
- bagaimana perasaan si responden tentang situasi tersebut
- kepercayaan diri menanggapi topik tersebut
- apakah mereka menemukan nilai atau menyukai hal dari topik angket tersebut

    * menemukan informasi tentang PENYEBAB
- apa yang menyebabkan masalah tersebut
- manakah dari penyebab, yang dirincikan dalam Bab 4, memberi pengaruh dalam masalah ini

    * menemukan informasi tentang PEMECAHAN MASALAH
- pilihan tentang bagaimana menyelesaikan masalah atau menerapkan terobosan


2. MENETAPKAN SAMPEL

Terdapat beberapa istilah terkait responden yang hendak berikan angket. Yang pertama ialah populasi. Jika memungkinkan, anda boleh mengirimkan daftar pertanyaan angket ke seluruh populasi responden. Hanya saja langkah tersebut menelan biaya besar dan butuh waktu yang lama.

Cara yang kedua ialah memilih sejumlah sampel dari populasi yang jumlahnya lebih sedikit.